PSBB Jabar: Kabupaten Bandung Barat Masuk Zona Biru, Kegiatan Ekonomi Jalan 90 Persen

- 21 Mei 2020, 08:30 WIB
SUASANA PSBB di Jalanan Bandung Raya.* AHMAD RAYADIE/PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Nampaknya masyarakat Jawa Barat harus meningkatkan kerja sama dengan kebijakan Pemerintah untuk kedua kalinya sebab Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir pada Selasa 19 Mei 2020 resmi diperpanjang.

Sebagaimana dilaporkan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, setelah menjalankan PSBB selama 14 hari, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan melanjutkan PSBB tingkat provinsi secara proporsional hingga 29 Mei 2020.

"Jadi kesimpulannya adalah PSBB provinsi dilanjutkan tapi berbasisnya proporsional, tidak lagi berbasis maksimal," kata Ridwan Kamil usai Rakor Gugudan Tugas di Gedung Sate Kota Bandung pada 18 Mei 2020.

Baca Juga: Permintaan Air Bersih Meningkat Sejak Pandemi Corona, Bukti A New Normal Mulai Melekat di Masyarakat

Ridwan Kamil megaku mengambil keputusan tersebut sebab dari 27 kota kabupaten dan 5300-an desa kelurahan di Jawa Barat, belum ada satu pun wilayah yang berstatus level 1 atau zona hijau.

"Diseluruh 27 kota kabupaten akan menjadi PSBB provinsi dengan proporsional di mana kepada yang masih zona merah itu akan dilanjutkan," tutur dia.

Berdasarkan infografis yang diunggah oleh Ridwan Kamil melalui akun twitternya @ridwankamil pada 20 Mei 2020, dari 27 kota kabupaten, tiga di antaranya berada di level empat atau zona merah, 19 di antaranya ada di level tiga atau zona kuning, dan lima sisanya di level dua atau zona biru.

Baca Juga: Masih Zona Kuning COVID-19, Bupati Bandung Percaya Diri Izinkan Pasar dan Perusahaan Beroperasi

Data per 18 Mei 2020 mengategorikan Kabupaten Bandung Barat menjadi satu dari lima wilayah lain yang masuk ke dalam level terendah sejauh ini di Jawa Barat, yakni level dua atau di zona biru.

Penentuan level atau zona wilayah itu ditentukan oleh delapan aspek yang diperhitungkan seperti laju pertumbuhan orang dalam pemantauan (ODP) per kelurahan, laju pasien dalam pengawasan (PDP), laju kesembuhan, kematian, reproduksi, transmisi, pergerakan masyarakat, hingga risiko geografis.

Halaman:

Editor: Fitri Nursaniyah

Sumber: Twitter, Pikiran Rakyat, pik.bandungbaratkab.go.id


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Pikiran Rakyat Media Network

X