Polresta Bandung Amankan Dua Pelaku Pemalsuan Dokumen BPKB dan STNK

- 29 Juni 2020, 19:29 WIB
ILUSTRASI BPKB.*/ polri.go.id NTMC Polri

PR BANDUNGRAYA - Dua pelaku pemalsuan dokumen Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berhasil ditangkap tim Polresta Bandung.

Aksi kedua pelaku dengan inisial FH dan TA itu terungkap saat petugas kerap kali menemukan hambatan berupa ketidak cocokan data dari orang-orang yang hendak memperpanjang dokumen BPKB dan STNK tersebut, juga atas laporan langsung dari warga.

Dikutip Pikiranrakyat-bandungraya.com dari Antara, Senin 28 Juni 2020, Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan para pelaku memalsukan dengan menghapus identitas kendaraan di BPKB dan STNK menggunakan ampelas, kemudian mereka mengubah identitas kendaraan dan menjualnya.

Baca Juga: Cerai dari Istri, Ayah Perkosa Anak Kandungnya Sendiri Sebelum Beri Uang Jajan Rp 50 Ribu

"Laporan dari masyarakat banyak beredar dokumen-dokumen kendaraan bermotor yang diduga dipalsukan, oleh karena itu kita bergerak ke lapangan dan kita menangkap dua pelaku utama FH dan TA," kata Hendra, di Bandung, Senin 29 Juni 2020.

Kombes Pol Hendra mengatakan, banyak warga yang terhambat saat memperpanjang dokumen karena banyak ditemukan dokumen yang tidak sesuai oleh petugas.

Kombes Pol Hendra menuturkan, para pelaku mendapatkan dokumen seperti STNK dan BPKB dari media sosial. Mereka membeli dokumen seharga Rp150.000 hingga Rp200.000.

Baca Juga: Atasi Masalah Stunting di Kota Bandung, Oded M Danial Terapkan Inovasi Lokasi Prioritas

Diduga kuat, dokumen yang dijual di media sosial berasal dari orang-orang yang telah kehilangan kendaraannya.

Dokumen hilang banyak dijual ke berbagai wilayah di Indonesia, sesuai pesanan, dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Kombes Pol Hendra mengatakan, tindakan kriminal dengan tipe seperti itu sudah berlangsung sejak tahun 2018.

Halaman:

Editor: Fitri Nursaniyah

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X