Ahok Bicara Blak-blakan Soal Pertamina, dari Gaji hingga Utang ke Negara Lain

- 16 September 2020, 06:59 WIB
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. /Instagram.com/@basukibtp

PR BANDUNGRAYABasuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yang akrab disapa Ahok, bicara blak-blakan tentang apa yang selama ini terjadi di tubuh Pertamina.

Ahok yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) tak ragu untuk berbicara mengenai ketidaksukaannya pada tubuh Pertamina selama ini.

Dalam sebuah unggahan video yang diunggah di kanal YouTube POIN sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-bandungraya.com, Ahok berpendapat selama ini ada yang salah dalam sistem gaji di Pertamina dan ada yang melakukan manipulasi.

“Orang dicopot misalnya dari dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misalnya gaji Rp 100 juta lebih, masa dicopot gaji masih sama? Alasannya dia sudah orang lama, harusnya gaji mengikuti jabatan Anda,” ujar Ahok dalam video tersebut.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 16 September 2020: 1 Gram Emas Antam Naik Rp. 6000

Ahok juga menyoroti bahwa nominal gaji pokok yang terlalu tinggi bahkan bisa mencapai Rp 75 juta rupiah meski masa kerjanyanya belum lama. Ahok pun menegaskan ia sedang memperbaiki sistem gaji ini.

loading...

“Bayangin orang kerja sekian tahun bisa gaji pokok Rp 75 juta dicopot nggak kerja tetep dibayar segitu, gila aja ini. Itu yang kita lagi ubah sistem itu,” katanya.

Selain itu, Ahok juga mengatakan bahwa beberapa direksi Pertamina ada yang bermain aman dengan melobi menteri, bahkan ada komisaris yang merupakan titipan kementerian.

Perihal posisi jabatan Ahok memiliki cara agar semua pegawai Pertamina memiliki kesempatan yang sama untuk meduduki posisi SVP (Senior Vice President).

“Saya potong jaur birokrasi , Pertamina itu dulu naik pangkat mesti  pakai kaya pangkat, Pertamina refference level, orang mesti kerja sampai SVP bisa 20 tahun ke atas, saya potong semua mesti lelang terbuka,” ujar Ahok.

Halaman:

Editor: Bayu Nurulah

Sumber: YouTube


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X