Sinopsis The Queen's Gambit, Kisah Anya Taylor-Joy Jadi Pemain Catur Jenius yang Kecanduan Alkohol

- 26 Februari 2021, 06:08 WIB
Sinopsis drama The Queen's Gambit.
Sinopsis drama The Queen's Gambit. /Dok. Netflix

PR BANDUNGRAYA – Salah satu serial populer Netflix, The Queen's Gambit harusnya masuk dalam daftar salah satu serial yang harus Anda tonton di akhir tahun 2020.

Drama The Queen's Gambit tercatat telah mencetak 62 juta akun Netflix selama bulan pertama penayangannya.

Drama ini disutradarai oleh Scott Frank, sementara penulis naskahnya adalah Allan Scott dan Scott Frank sendiri, The Queen's Gambit diadaptasi dari novel berjudul sama yang dikarang oleh Walter Tevis.

The Queen's Gambit adalah drama yang dibintangi oleh Anya Taylor-Joy, yang menceritakan mengenai kisah seorang jago catur perempuan yang sudah yatim piatu.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cinta Jumat, 26 Februari 2021: Capricorn Harus Berjuang, Gemini Kendalikan Emosimu, Pisces?

Drama ini menampilkan sisi kejeniusan sang pemeran utama Anya Taylor-Joy yang berperan sebagai Beth Harmon namun dibalik ambisi untuk menjadi ahli catur, ia tengah menderita dalam perjuangannya melawan kecanduan narkoba dan alkohol.

Beth Harmon terlihat seperti gadis kecil pada umumnya, meski begitu tidak seorangpun menyadari kejeniusannya, suatu hari nasib malang menimpanya saat sang ibu (diperankan oleh Chloe Pirrie) meninggal dunia.

Beth harus melanjutkan hidupnya yang sebatang kara di panti asuhan, hingga suatu saat ia menemukan ketertarikan dengan papan catur.

Semua kejeniusan otaknya dapat tersalurkan dengan bermain catur, Beth menemukan dirinya terkontrol dan memiliki tujuan saat memenangkan pertandingan catur.

Baca Juga: Masuk Daftar 10 Kota Paling Toleran, Begini Respons Para Kepala Daerah

Namun, obsesinya dengan papan catur ternyata berlebihan bahkan saat beranjak menuju tidur, Beth memilih berhayal memainkan catur dengan imajinasinya. Hal inilah yang membuat pihak panti asuhan memberinya obat tidur dosis tinggi.

Serial The Queen's Gambit yang rilis pada akhir Oktober 2020 saat ini berada di season satu dengan total delapan episode.

Selain menampilkan sisi kejeniusan seorang wanita didunia pertandingan catur yang didominasi oleh pria The Queen's Gambit memiliki fakta lain.

Drama ini yang diangkat dari novel karya Walter Tevis adalah cerminan kehidupan nyata sang penulis dimasa mudanya.

Baca Juga: Temuan Baru! Ternyata Virus Corona Dapat Bertahan di Pakaian Selama Tiga Hari

Tevis lahir di San Francisco pada tahun 1928, dan belajar bermain catur pada usia tujuh tahun. Namun, ketika dia berusia sembilan tahun, dia didiagnosis menderita penyakit jantung, kemudian dia ditelantarkan oleh orang tuanya, dan ditempatkan di panti asuhan.

Selama berada di sana, dia diberi obat tidur tiga kali sehari dengan harapan ia dapat tenang dan tertidur.

Sungguh jalan cerita yang sangat mirip dengan Beth dalam The Queen's Gambit.

Penggunaan obat tidur tiga kali sehari inilah yang membuatnya berada di jalan menuju ketergantungan terhadap obat-obatan dan alkohol ketika beranjak dewasa.

Baca Juga: Habib Rizieq Dikenakan Pasal 160 KUHP, Refly Harun: Ada yang Imajinasinya Presiden Jokowi Diperlakukan Sama

Sama seperti Beth, Tevis mengalami masa kelam saat harus berjuang untuk menyesuaikan diri di sekolah. Ia sempat pula mengalami diintimidasi oleh teman-temannya.

Dalam drama, Beth diceritakan menemukan pelarian melalui obsesi caturnya, sedangkan Tevis menenggelamkan waktunya ke permainan lain yaitu biliar.

Bagi Anda yang menyukai alur cerita yang penuh emosi, dan estetika yang indah dibalut dengan kejeniusan pikiran, Anda mungkin akan menyukai series ini.

Tak lupa, sensasi sisi feminis tentu saja akan mewarnai sepanjang penjalanan Beth dalam meraih gelar ahli catur terbaik di dunia dan usahanya dalam melepas belenggu kecanduan.***

Editor: Bayu Nurullah

Sumber: Netflix


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x