Salju Abadi Puncak Jaya Terancam Punah: Dampak dan Penanggulangan Menurut BMKG

- 24 Agustus 2023, 16:19 WIB
Salju Abadi Puncak Jaya Terancam Punah: Dampak dan Penanggulangan Menurut BMKG
Salju Abadi Puncak Jaya Terancam Punah: Dampak dan Penanggulangan Menurut BMKG //AFP/Miguel Media

 

BANDUNGRAYA.ID BMKG ungkap dampak dan penanggulangan dari mencairnya salju abadi di Puncak Jaya yang berpotensi terhadap kepunahan.

Mencairnya salju di Puncak Jaya diakibatkan oleh terjadinya perubahan iklim yang rupanya dapat berdampak terhadap lingkungan sekitar termasuk manusia.

Dilansir dari ANTARA, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa kondisi salju abadi atau tutupan es di Puncak Jaya, Papua, semakin mengkhawatirkan karena terus mengalami pencairan akibat dampak perubahan iklim.

Perubahan iklim yang mempercepat terjadinya pencairan pada Puncak Jaya salah satunya diakibatkan oleh adanya fenomena El Nino, di mana potensi kepunahan salju abadi di Puncak Jaya juga terancam punah.

Dalam seminar bertajuk “Salju Abadi Menjelang Kepunahan: Dampak Perubahan Iklim?” di Jakarta pada Selasa 22 Agustus 2023, Dwikorita menerangkan bahwa Indonesia menjadi salah satu lokasi unik di wilayah tropis karena memiliki salju abadi.

Menurutnya, salju abadi di Puncak Jaya adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam.  Namun, dalam beberapa dekade terakhir, dilaporkan terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut.

Dwikorita mengatakan bahwa sejak tahun 2010, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BMKG bersama Ohio State University, AS, telah melakukan studi terkait analisis paleo-klimatologi berdasarkan inti es (ice core) pada gletser Puncak Jaya. BMKG dengan didukung PT Freeport Indonesia kemudian terus melakukan kegiatan pemantauan secara berkala terhadap luas dan tebal gletser di Puncak Jaya.

Pada 2010, tebal es diperkirakan mencapai 32 Meter dan laju penipisan es sebesar 1 meter per tahun terjadi pada tahun 2010-2015. Kemudian saat terjadi El Nino kuat pada tahun 2015-2016, penipisan es pun mencapai 5 Meter per tahun.

“Ekosistem yang ada di sekitar salju abadi menjadi rentan dan terancam. Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” ungkap Dwikorita dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Rabu 23 Agustus 2023.

Sementara itu, Donaldi Sukma Permana, Pakar Klimatologi BMKG yang memimpin Studi Dampak Perubahan Iklim pada Gletser di Puncak Jaya menambahkan bahwa dalam rentang waktu tahun 2016-2022, laju penipisan es terjadi sekitar 2,5 meter per tahun. Adapun luas tutupan es pada tahun 2022 sekitar 0,23 Kilometer persegi dan terus mengalami pencairan.

Menurutnya dampak nyata lainnya dari pencairan es di pegunungan ini adalah adanya kontribusi terhadap peningkatan tinggi muka laut secara global.

Maka dari itu, Dwikorita menekankan agar semua pihak perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga dan melindungi lingkungan.

Halaman:

Editor: Resa Mutoharoh


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x