Singgung Soal Tren K-Pop, Pelaku yang Unggah Foto Kolase Wapres-Kakek Sugiono Mengaku Kesal

2 Oktober 2020, 16:30 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat memberikan keterangan. /PMJ News

PR BANDUNGRAYA - Belakangan ini media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya foto kolase Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan Kakek Sugiono.

Foto tersebut viral di berbagai platform media sosial, hingga pihak kepolisian ikut bergerak untuk menemukan siapa pelaku yang mengunggah foto tersebut.

Setelah adanya laporan yang diterima, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya pelaku yang berinisial SM berhasil dibekuk oleh Bareskrim Polri.

Baca Juga: 'Beraninya Buka Izin Masuk Turis', Pelancong Ini Bagikan Pengalaman Liburan ke Turki Selama Pandemi

Saat diamankan, pria 37 tahun itu tak melakukan perlawanan dan tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, hingga kini pemeriksaan terus dilakukan.

Dikutip Pikiranrakyat-bandungraya.com dari PMJ News, alasan pelaku mengunggah foto kolase Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan Kakek Sugiono karena pelaku SM merasa kesal dan kecewa terhadap pernyataan wakil presiden (wapres).

"Dari keterangan awal yang bersangkutan merasa kecewa tentang pernyataan Pak Ma’ruf Amin," ujar Irjen Pol Argo.

Pelaku SM mengaku marah ketika Wapres bicara tentang K-Pop yang sedang digandrungi anak muda di Indonesia saat ini.

Lebih lanjut, Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan pernyataan yang dimaksud adalah saat Ma’ruf Amin mengatakan K-Pop seharusnya bisa menginspirasi anak muda di Indonesia.

Baca Juga: 5.000 Hewan Peliharaan Ditemukan Mati di Tiongkok Saat Pengiriman Logistik

Setelah munculnya kasus tersebut, pihak Istana Wapres memberikan klarifikasi pernyataan dari Wapres Ma’ruf Amin.

Jubir Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan yang dimaksud adalah belajar dari kemajuan Korea, bukan merendahkan musik Indonesia.

“Pernyataan Wapres KH Ma’ruf Amin pada ‘Peringatan 100 Tahun Kedatangan Warga Korea di Indonesia’, Minggu, 20 September lalu, telah disalahpahami oleh sebagian kalangan. Ada penilaian Wapres tidak paham musik dan seolah Wapres merendahkan kualitas musik Indonesia, di bawah Korea,” kata Masduki.

Menurut Masduki, Wapres tidak sedang membandingkan kualitas musik Indonesia seolah di bawah Korea.

Baca Juga: Hari Batik Nasional Trending di Twitter, Berikut Cara Membuat Batik Tulis, Ada 12 Tahapan

Sebelumnya, jajaran kepolisian melakukan penangkapan terhadap SM berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/0561/IX/2020/Bareskrim, tanggal 30 Sept 2020.

Dalam laporan itu, SM disangkakan dengan pasal 45A ayat (2) Juncto pasal 28 ayat (2) dan pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.***

Editor: Bayu Nurullah

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

Terpopuler