Pemalsu Surat Tes Covid-19 Terancam Dipenjara, Nadirsyah Hosen: Cinta Kamu Juga Palsu Gak

21 Januari 2021, 15:54 WIB
Ilustrasi hukuman penjara. /PIXABAY/Ichigo121212

PR BANDUNGRAYA – Para pelaku yang memalsukan surat keterangan hasil tes Covid-19 terancam dikenakan sanksi pidana penjara serta denda hingga miliaran rupiah.

Sejak beberapa waktu lalu, sempat viral kasus pemalsuan surat hasil tes swab atau tes usap PCR Covid-19 hingga membuat heboh jagat media sosial.

Terkait hal ini, pihak kepolisian telah mengamankan tiga tersangka berinisial MFA, EAD, dan MAIS. Di samping itu, satu tersangka diketahui merupakan seorang mahasiswa kedokteran dan satu tersangka lainnya merupakan seorang selebgram.

Baca Juga: KPK Panggil Sjarief Widjaja Terkait Kasus Penyuapan Benih Lobster di Kementerian Kelautan

Tindakan pemalsuan surat tes Covid-19 ini dinilai meresahkan, sebab dapat berdampak kepada meningkatnya angka penularan virus corona dan membuat pandemi tidak kunjung teratasi.

Bagi pemalsu surat tes Covid-19, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 32 jo Pasal 48 UU No 19/2016 tentang Perubahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman 10 tahun penjara serta denda hingga Rp5 miliar.

Kemudian Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda hingga Rp12 miliar, lalu Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman 6 tahun penjara.

Baca Juga: Pelaku Pelecehan Istri Isa Bajaj Tertangkap, Ternyata Doyan Mabuk dan Nonton Video Porno

Serta Pasal 267 ayat 1 KUHP dengan hukuman hingga 4 tahun penjara, dan Pasal 268 ayat 1 dan 2 KUHP dengan hukuman juga 4 tahun penjara.

Karena hal ini, akademisi Indonesia, Nadirsyah Hosen melalui akun yang dikelola oleh Komunitas Santrinya turut menanggapi pemberitaan mengenai pemalsuan surat tes Covid-19 tersebut.

“Mengerikan. Sampai surat tes Covid-19 saja dipalsukan, dan banyak pula yang memakainya,” tulis cuitan di akun Twitter @na_dirs.

Baca Juga: Curi Perhatian Warganet, Video Konsumen Beli Kura-kura di Toko Online Mendadak Viral

“Apa sih yang kini gak bisa dipalsukan di negara +62? Duh, cinta kamu juga palsu gak dek?” lanjutnya dalam cuitan tersebut.

Hukuman penjara dan denda hingga Rp12 miliar yang dapat diberikan bagi pemalsu surat tes Covid-19 dipengaruhi oleh dampak kejahatan pelaku yang cukup besar dalam masa pandemi di Indonesia.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dampak pemalsuan surat tes Covid-19 dapat menimbulkan korban jiwa jika penerima surat tersebut positif namun tidak diketahui dan malah menularkan virusnya kepada orang sehat.***

Editor: Fitri Nursaniyah

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler