Simak Panduan Kegiatan di Rumah Ibadah saat New Normal Berdasarkan Surat Edaran Kemenag

- 30 Mei 2020, 18:11 WIB
MASJID Raya Attaqwa Kota Cirebon, kembali menggelar salat Jumat, setelah sekitar dua bulan ditiadakan. Salat Jumat pertama bisa dilaksanakan setelah 8 kali Jumat dialihkan ke salat dzuhur di rumah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Jumat , 29 Mei 2020.*

PIKIRAN RAKYAT - Seiring dengan diberlakukannya kebijakan new normal atau adaptasi kehidupan baru sebagai pengganti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemerintah telah menerbitkan panduan aktivitas di rumah ibadah.

New normal atau adaptasi kebiasaan baru memang memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa namun dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19 seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

New normal sendiri dibentuk sebagai upaya pemerintah Indonesia dalam menangani dan meminimalisasi penyebaran virus corona namun tetap memperhatikan jalannya ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Hari Pertama PSBB Kota Bandung Diperpanjang, Seluruh Titik Cek Poin Justru Ditiadakan

Dilansir Pikiranrakyat-bandungraya.com dari Antara, petunjuk pelaksanaan kegiatan di rumah ibadah tertuang dalam SE Menteri Agama No. 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman dari COVID-19 di Masa Pandemi.

"Di dalamnya mengatur kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah berdasarkan situasi riil terhadap pandemi COVID-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam telekonferensi yang digelar pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Pelaksanaan kegiatan berjamaah di rumah ibadah semasa pandemi harus dilakukan dengan menaati protokol kesehatan mengenai pencegahan penularan COVID-19.

Baca Juga: Penduduk Usia 50 Tahun ke Atas Dikabarkan Tak Boleh Masuk Mal saat New Normal, Simak Faktanya

"Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran COVID-19. Meskipun daerah berstatus zona kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan COVID-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah/kolektif," kata dia.

Menteri Agama menekankan bahwa kegiatan ibadah berjamaah di rumah ibadah hanya boleh dilakukan di rumah ibadah yang berada di daerah yang menurut pemerintah dikategorikan aman dari penularan COVID-19.

Halaman:

Editor: Fitri Nursaniyah

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X