Jengkel hingga Sebut Reshuffle Kabinet, Wacana Jokowi Soal Kinerja Menteri Disoroti Demokrat

- 28 Juni 2020, 20:43 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku jengkel pada kinerja Menteri dalam menanggulangi Covid-19 dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020, di Istana Negara, Jakarta.* /youtube.com/sekretariatpresiden

PR BANDUNGRAYA - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru saja diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden petang ini, Minggu, 28 Juni 2020 menarik banyak perhatian publik lantaran Jokowi secara blak-blakan menyatakan kejengkelannya pada para Menteri.

"Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa ga punya perasaan, ini suasana krisis," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020, di Istana Negara, Jakarta Pusat seperti dikutip Pikiranrakyat-bandungraya.com dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu 28 Juni 2020.

Dengan nada tinggi, Jokowi yang telah mengevaluasi kinerja para Menteri dalam tiga bulan terakhir selama pandemi Covid-19 itu menyebutkan bahwa tidak ada progres signifikan dari rencana-rencana penanggulangan Covid-19 oleh para Menteri.

Baca Juga: Survey Membuktikan: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil Masuk Top 3 Pemilu 2024

Dalam pidatonya, Jokowi terus menekankan pada para Menterinya untuk berhenti menganggap semua ini (pandemi) sebagai kondisi normal. Jokowi tak mau saat masyarakat sudah di PHK (pemutusan hubungan kerja) bahkan sudah mati, Pemerintah baru turun tangan.

Kekecewaannya akan kinerja para Menteri terus disebutkan apalagi dalam hal stimulus pada 267 juta masyarakat Indonesia.

"Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro. Mereka nunggu semuanya. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, enggak ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita enggak ada apa-apa," kata Jokowi.

Baca Juga: Iduladha 1441 H, Oded M Danial Serukan Umat Muslim untuk Kurban Seperti Biasa di Tengah Pandemi

Anggaran-anggaran yang sudah diluncurkan pada kementerian terkait terlihat macet, banyak yang belum sampai ke tangan masyarakat karena ruwetnya aturan pemerintah. Jokowi lantas menekankan akan membuat aturan-aturan baru, apapun itu, agar masyarakat bisa diselamatkan.

"Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ujar Jokowi.

Halaman:

Editor: Fitri Nursaniyah

Sumber: RRI, Sekretariat Presiden


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X